Kenalan

Rasanya tidak lengkap sebuah blog tanpa perkenalan. Blog ini ada karena proses pertukaran pikiran antara saya dan kedua teman dekat saya di kampus, Tari dan Ketty. Saat itu kami ingin membuat sebuah proyek agak-iseng-agak-serius, dan terpikirlah ide untuk membuat sebuah blog (lagi). Kenapa lagi? Karena kami bertiga sudah memiliki blog pribadi masing-masing. Kenapa blog? Karena kami bertiga memiliki hobi menulis di blog, terlepas kami memiliki bakat atau tidak.

Saya ingin memperkenalkan diri saya sendiri, karena mungkin nanti teman saya ingin memperkenalkan diri mereka masing-masing.

Saya Lidya, mahasiswi tingkat pertama di sebuah universitas negeri di Depok. Lulusan D3 dari sebuah politeknik negeri di kota yang sama. Di politeknik inilah saya bertemu dengan Tari dan Ketty. Saya sama seperti orang lain, memiliki keistimewaan dan kekurangan yang saya miliki sendiri.

Saya menulis sejak SD, sejak memiliki sebuah buku harian sendiri. Sebagian besar isinya khayalan tentang kartun-kartun, seperti Digimon dan Sailormoon. Kadang saya menulis tentang cowok yang saya suka (iya, SD loh. Centil sekali bukan? Haha).

Namun hobi menulis cerita saya baru diawali saat SMP, saat saya dan teman-teman sekelas saling membuat novel (atau cerita bersambung) yang ditulis di buku tulis biasa. Saat itu seperti 'perang tanding' siapa yang memiliki ide cerita dan gaya penulisan yang paling baik. Saya yang waktu itu sangat gandrung dengan komik Inuyasha mengadaptasi ceritanya dan menulis ulang dengan tokoh yang saya karang sendiri. Ada yang menulis cerita seperti novel pendek Miyuki Kobayashi yang sangat booming di kalangan anak perempuan kelas 1 SMP dulu. Sebuah permulaan hobi yang menyenangkan.
Hobi ini berlanjut sampai di kelas 2 SMP. Ada yang tulisannya berkembang dan menurut saya paling memiliki bakat menulis, seorang teman geng (hehe), namanya Ira. Sayang ia tidak melanjutkan lagi. Ceritanya lucu (setidaknya menurut saya) dan luwes. Namun ada pula beberapa teman yang karyanya cukup aneh dan membuat kening berkerut.

Kelas 3 SMP, di saat satu per satu penulis berhenti menulis, saya masih asik menulis tentang seorang perempuan SMA galak berambut pendek yang sering marah-marah sendiri. Benar, mungkin itu adalah personality saya saat masih SMP dan SMA dulu. Hahaha..

Cerita tentang si perempuan SMA galak ini berlanjut sampai saya duduk di kelas 1 SMA. Beragam genre saya jajaki, mulai dari kisah-kisah seperti komik serial cantik sampai genre yang cukup mengkhayal, bahkan agak menyerempet sadis. Hanya satu persamaannya, kisah yang saya buat tidak pernah tamat. Ada beberapa cerpen yang tamat saat saya SMA, namun komputer saya yang tua dan gendut mendadak harus diistirahatkan untuk selamanya. Jadilah semua cerpen yang saya simpan di dalamnya ikut terkubur.

Beruntung saya masuk ke jurusan yang menyenangkan di politeknik. Ada mata kuliah penulisan fiksi, dosennya adalah cerpenis kawakan yang karyanya sering muncul di Kompas, Pak Adek Alwi. Melalui mata kuliah ini saya membuat beberapa cerpen yang akhirnya tamat. Sebuah cerpen saya Beliau sarankan untuk dikirim ke koran Tempo, lalu saya kirim dan nasib, tidak pernah dimuat. Hehe..
Namun sejak itu saya semakin sering menulis. Beberapa cerpen saya masukkan di blog pribadi saya yang di-protect, sementara yang lebih baru saya masukkan di blog pribadi saya yang untuk konsumsi publik.

Masuk di universitas yang sekarang, saya bergelut dengan sastra berbahasa Inggris. Sebuah jurusan yang sesuai dengan minat saya.

Satu hal yang saya ingat adalah twit dari seorang dosen saya yang juga editor senior di Gramedia. Kata Beliau begini kurang lebih, "Menulis itu tidak hanya butuh wawasan yang luas dan minat, namun juga bakat."

Sebuah twit yang saya ingat sampai sekarang karena memang saya merasa menulis bagi saya hanyalah sekadar hobi, bukan karena ada bakat. Saya menulis berdasarkan apa yang saya suka, bukan berdasarkan apa yang orang suka. Saya tidak mampu membuat sebuah kalimat-kalimat indah nan puitis. Saya menulis apa yang saya inginkan.

Berada di sebuah lingkaran pertemanan yang memiliki hobi menulis adalah suatu keuntungan tersendiri. Mungkin kami memang masih amatir dan memiliki gaya menulis yang sangat berbeda, namun dari sana kami mampu bertukar pikiran, cercaan, dan juga pujian.

Terima kasih, selamat menikmati blog kami.


@lidyapawestri
dys-to-pia.blogspot.com

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.